Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh akan mengumumkan kelulusan SMA/SMK dan sederajat pada Sabtu (26/5). Namun, tingkat ketidaklulusan tertinggi berada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Jumlah siswa di NTT yang tidak lulus sebanyak 1.994 orang. Hal tersebut dipaparkan Mendikbud, Mohammad Nuh, di hadapan wartawan di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (24/5).
Nuh menjelaskan posisi NTT yang tetap berada di peringkat terakhir tidak mencerminkan provinsi tersebut tidak melakukan perubahan. "NTT melakukan perubahan dan perbaikan kualitas pendidikan namun dia tidak sendirian. Semua daerah juga melakukan peningkatan agar tidak berada di posisi terbelakang," ujar Nuh.
Disebutkan, jumlah ketidaklulusan di NTT sebesar 5,5 persen dari total peserta 36.228 orang. Sementara jumlah kelulusan tertinggi tahun ini diraih oleh provinsi Jawa Timur. Dengan total peserta UN 210.586 orang, hanya 156 atau sekira 0,07 persen peserta yang dinyatakan tidak lulus.
Mantan Menkominfo itu menuturkan peningkatan pada NTT tidak terlepas dari intervensi kebijakan yang dilakukan oleh Kemendikbud. "Kami sudah mengucurkan Rp200-300 miliar untuk melakukan intervensi pendidikan di NTT baik sarana maupun prasarana,"katanya.



Tidak ada komentar:
Poskan Komentar